PWI: Program Mata Najwa Tak Langgar Kode Etik Jurnalistik

- Selasa, 9 November 2021 | 20:09 WIB
Tuan rumah Mata Najwa, Najwa Shihab debat panas dengan Ketua Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh soal hak tolak dalam pers. Penjahat puh harus dilindungi (Tangkap layar talkshow Mata Najwa)
Tuan rumah Mata Najwa, Najwa Shihab debat panas dengan Ketua Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh soal hak tolak dalam pers. Penjahat puh harus dilindungi (Tangkap layar talkshow Mata Najwa)


HALLO SPORTNEWS - Dewan Kehormatan (DK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melalui rapat pada Senin, 8 November 2021, menegaskan bahwa perlindungan terhadap sumber berita adalah mahkota wartawan.

Rapat tersebut dipimpin Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang, sekretaris Sasongko Tedjo, dan tiga anggota yaitu Asro Kamal Rokan, Tri Agung Kristanto, dan Nasihin.

Mengutip pernyataan pers PWI Pusat, rapat tersebut digelar setelah mengamati polemik pada program Mata Najwa TRANS 7 episode "PSSI Bisa Apa?" Jilid 6 yang ditayangkan pada 3 November 2021.

Baca Juga: Turnamen Piala Soeratin U 17 2021 Akan Digelar di Kabupaten Bekasi

Kemudian, dalam rapat tersebut, Dewan Kehormatan PWI Pusat menyampaikan beberapa hal. Pertama, Dewan Kehormatan PWI Pusat menilai tidak ada pelanggaran Kode Etik Jurnalistik dalam program Mata Najwa TRANS 7 "PSSI Bisa Apa?" Jilid 6.

Kedua, penolakan Najwa Shihab sebagai pemandu acara untuk membuka identitas sumber berita sebagaimana permintaan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menunjukkan sikap profesional.

Selain itu, dalam hal ini PWI menilai penolakan Najwa Shihab tersebut menunjukkan kepatuhan terhadap etika profesi.

Baca Juga: Ketua Umum PSSI Iwan Bule: Kalau Tak Percaya PSSI, Silakan Lapor ke Polisi

Yakni, sesuai dengan amanat Pasal 7 Kode Etik Jurnalistik yang berbunyi bahwa wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai dengan kesepakatan.

Lebih lanjut, menurut Dewan Kehormatan PWI Pusat, penolakan tersebut juga menunjukkan bahwa Najwa Shihab melaksanakan perintah Undang-undang (UU) Pers Nomor 40 Tahun 1999, khususnya Pasal 4 ayat 4, yang mengatakan bahwa dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak.

Ketiga, Dewan Kehormatan PWI Pusat mempersilakan pihak PSSI yang keberatan terhadap program siaran televisi TRANS 7 tersebut untuk menggunakan Hak Jawab dan/atau melalui saluran hukum sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga: Diancam PSSI Diseret ke Pengadilan, Najwa Shihab Bersikukuh Tak Akan Buka Indentitas Narasumbernya

Demikian, yang keempat, Dewan Kehormatan PWI Pusat kembali menyerukan kepada seluruh wartawan untuk menaati Kode Etik Jurnalistik yang merupakan konsep operasional moral wartawan dan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

Sebelumnya, acara yang dipandu oleh Najwa Shihab yakni program Mata Najwa digugat ke pengadilan oleh Ketua Komite Wasit PSSI Ahmad Riyadh. Gugatan ini disebabkan program Mata Najwa dinilai menyembunyikan identitas wasit pengatur skor.

Hal ini bermula saat Mata Najwa mengangkat tema 'PSSI Bisa Apa Jilid 6: Lagi-Lagi Begini' dalam acaranya pada Rabu, 3 November 2021. ***

Editor: Tri Nawirun

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Labuan Bajo Diguncang Gempa 4,9 Magnitudo

Senin, 28 Februari 2022 | 22:32 WIB

Terpopuler

X