Pasukan Rusia Kuasai Reaktor Nuklir Chernobyl, Ukraina Cemas Bahaya Radiasi Menyebar ke Eropa

- Jumat, 25 Februari 2022 | 23:49 WIB
Pasukan Rusia berhasil menguasai bekas pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl setelah bertempur sengit di zona ekslusif Chernobyl, dengan pasukan Ukraina.  (Foto/Twitter/Zmescience)
Pasukan Rusia berhasil menguasai bekas pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl setelah bertempur sengit di zona ekslusif Chernobyl, dengan pasukan Ukraina. (Foto/Twitter/Zmescience)

HALLO SPORTNEWS – Pasukan Rusia berhasil menguasai bekas pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl setelah bertempur sengit di zona ekslusif Chernobyl, dengan pasukan Ukraina. Pasukan Rusia masuk dari wiayah Belarusia untuk menduduki bekas reaktor nuklir yang sudah tidak terpakai lagi.

Kondisi ini membuat pemerintah Ukraina cemas karena pencemaran radioaktif Chernobyl bisa semakin meluas. Zona ekslusif Chernobyl merupakan salah satu tempat paling tinggi tingkat radioaktifnya di dunia.

"Mustahil untuk mengatakan pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl aman, setelah serangan yang sama sekali tidak berguna oleh Rusia. Ini adalah salah satu ancaman paling serius di Eropa saat ini," kata Mykhailo Podolyak, seorang juru bicara kepresiden dan pembantu dekat presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kepada Reuters yang dikutip Hallo Sportnews dari laman Live Science, Jumat (25/2/2022).

Baca Juga: Persib dan Bhayangkara FC Main Imbang, Gagal Salip Arema FC

Diketahui sebagian besar zona eksklusi Chernobyl telah ditutup sejak bencana kerusakan pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl Ukraina pada tahun 1986. Kerusakan dipicu dua ledakan sangat besar di pembangkit listrik bertenaga nuklir Chernobyl.

Akibat ledakan itu pembangkit listrik yang menghasilkan 1.800 metrik ton radiasi tutup, termasuk area sekitar 2.600 kilometer persegi yang tercemar radiasi nuklir. Daerah itu kemudian dianggap tidak dapat dihuni oleh manusia selama 24.000 tahun ke depan.

"Pasukan Rusia merebut pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl. Pasukan kami sudah berusaha mempertahankan agar tragedi 1986 tidak akan terulang. Ini adalah deklarasi perang melawan seluruh Eropa," tulis Zelenskyy Kamis pagi (24/2/2022) melalui akun Twitter.

Seorang penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina juga memperingatkan bahwa pertempuran di sekitar pembangkit listrik Chernobyl dapat menyebabkan potensi gangguan limbah nuklir dan penyebaran bahan radioaktif berbahaya di seluruh Eropa.

Baca Juga: Marc Klok dan Victor Igbonefo Absen, Persib Waspadai Persela Lamongan

Halaman:

Editor: Momon Agus

Sumber: Live Science

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X