Legenda Vietnam Kritik Sistem Leg di Final AFF 2020: Ada Kepentingan Uang

- Jumat, 31 Desember 2021 | 14:41 WIB
Laga antara Indonesia vs Thailand di Final AFF 2020, Rabu 29 Desember 2021. (Instagram @pssi)
Laga antara Indonesia vs Thailand di Final AFF 2020, Rabu 29 Desember 2021. (Instagram @pssi)


HALLO SPORTNEWS - Babak final Piala AFF 2020 digelar dengam sistem dua leg. Leg pertama Rabu, 29 Desember 2021, laga Thailand dan Indonesia berakhir dengan skor 4-0.

Indonesia masih memiliki peluang pada leg kedua yang akan dilaksanakan di Singapore National Stadium, Sabtu, 1 Januari 2021 pukul 19.30 WIB.

Namun legenda timnas Vietnam, Nguyen Manh Dung, mengritik pelaksanaan leg kedua babak final Piala AFF 2020.

Baca Juga: MU vs Burnley Berakhir Skor 3-1, Scott McTominay Jadi Pemain Kunci MU

Menurut Nguyen Manh Dung, kualitas pertandingan final Piala AFF 2020 pupus karena sistem leg yang diambil. Dia melihat pelaksanaan leg kedua dilakukan karena ada kepentingan uang.

"Laga leg kedua hanya untuk kepentingan tuan rumah dan panitia. Hanya untuk sponsor, tetapi sekarang ketika kualitas dua tim terlampau jauh, saya tak akan menonton leg kedua," kata Nguyen Manh Dung.

Selain mengomentari sistem pelaksanaan final Piala AFF 2020, Nguyan Manh Dung menilai jika Indonesia tidak memiliki kesempatan untuk membalas ketertinggalan dari Thailand.

Baca Juga: Persis Solo Taklukan RANS Cilegon FC Skor 2-1, Irfan Bachdim Jadi Hero

"Ketika leg pertama mereka kuat dan percaya diri, Indonesia tak bisa berbuat apa-apa kepada Thailand. Apa yang bisa dilakukan di leg kedua? Mungkin pada leg kedua, pelatih dari Thailand akan menurunkan pemain yang jarang dimainkan di turnamen ini," ujar Nguyen Manh Dung.

Tidak hanya itu, dinilai Nguyen Manh Dung, meskipun Thailand menurunkan pemain lapis kedua, Indonesia disebut tetap akan kesusahan untuk menghadapi performa tersebut.

"Namun, bahkan di depan para pemain pelapis itu, apakah Indonesia bisa melawan? Indonesia dipenuhi pemain-pemain muda. Pemain senior Vietnam saja kalah dari Thailand, para pemain muda ini tak akan menang. Tidak ada peluang untuk Indonesia lagi, selisih golnya empat," ucapnya.***

Editor: Tri Nawirun

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X